Tampilkan postingan dengan label Rumus Fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumus Fisika. Tampilkan semua postingan
Manfaat dan Aplikasi Gelombang Bunyi

Manfaat dan Aplikasi Gelombang Bunyi

Materi Gelombang Bunyi diajarkan pada tingkatan SMP dan SMA. Khusus untuk manfaat ini bisa kamu gunakan  untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA. Langsung saja ini dia manfaat dari gelombang bunyi.

Manfaat Gelombang Bunyi diantaranya:
1. Komunikasi manusia dan beberapa  makhluk hidup lainnya
Kesehatan
2. Mendeteksi adanya penyakit tumor.
3. Penyelidikan otak.
4. Penyelidikan Hati dan liver
5. Menghancurkan batu ginjal.
6. Mendeteksi janin, jenis kelamin dan perkembangannya.
Kehidupan Harian/ Indra Jarah Jauh
7. Mengukur kedalaman laut.
8. Mendeteksi keberadaan ranjau.
9. Mencari kapal tenggelam.
10. Mendeteksi letak palung laut
11. Mengukur panjang gua.
12. Memperkirakan jarak antara dua tempat.
13. Kacamata orang tunanetra.
14. Mendeteksi adanya kelompok ikan di laut.
15. Mendeteksi kandungan minyak bumi.
16. Mendeteksi keretakan pada logam.
17. Membersihkan permata, komponen elektronika dan bagian-bagian mesin yang halus

-marthayunanda-
Pembahasan Soal Fisika SNMPTN 2012

Pembahasan Soal Fisika SNMPTN 2012

Untuk menghadapi tes masuk kuliah Bagi para eks-siswa SMA yang ingin mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau lebih populer dengan sebutan SBMPTN, Berikut ini kami menyuguhkan Pembahasan Soal Fisika SNMPTN 2012. Tujuan penyediaan pembahasan ini adalah untuk, memfasilitasi kalian mengikuti tes SBMPTN di segi kemampuan. Dengan adanya pembahasan soal fisika tahun 2012 ini, diharapkan bisa membantu sebagai "konsultan-pasif" dalam menyelesaikan soal-soal SBMPTN tahun tahun sebelumnya yang telak dilaksanakan.

Karena jika semisalnya kalian mengerjakan soal tahun 2012 ini sendiritanpa tahu kunci jawaban yang sebenarnya, nantinya akan membuat ragu "apakah jawaban Saya benar atau Salah?" Dengan Demikian, dipersilahkan mengunduh Pembahasan Soal SBMPTN 2012 ini melalui link di bawah ini,

Download Pembahasan Soal Fisika SNMPTN 2012

Semoga Sukses SBMPTN-nya Tahun ini. Semangat!!!
Soal dan PembahasanSNMPTN 2011 - Fisika

Soal dan PembahasanSNMPTN 2011 - Fisika

Untuk menghadapi tes masuk kuliah Bagi para eks-siswa SMA yang ingin mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau lebih populer dengan sebutan SBMPTN, Berikut ini kami menyuguhkan Pembahasan Soal Fisika SNMPTN 2012. Tujuan penyediaan pembahasan ini adalah untuk, memfasilitasi kalian mengikuti tes SBMPTN di segi kemampuan. Dengan adanya pembahasan soal fisika tahun 2012 ini, diharapkan bisa membantu sebagai "konsultan-pasif" dalam menyelesaikan soal-soal SBMPTN/SNMPTN tahun tahun sebelumnya yang telak dilaksanakan.

Karena jika semisalnya kalian mengerjakan soal tahun 2011 ini sendiritanpa tahu kunci jawaban yang sebenarnya, nantinya akan membuat ragu "apakah jawaban Saya benar atau Salah?" Dengan Demikian, dipersilahkan mengunduh Pembahasan Soal SBMPTN 2011 ini melalui link di bawah ini,

Download Pembahasan Soal Fisika SNMPTN 2011

Semoga Sukses SBMPTN-nya Tahun ini. Semangat!!!
Cara Menyatakan Besaran Satuan Internasional

Cara Menyatakan Besaran Satuan Internasional

Berikut adalah indeks untuk menyatakan besaran yang sangat besar dalam satuan Internasional

Indeks satuan Besaran

1024yottaY10−24yoctoy
1021zettaZ10−21zeptoz
1018exaE10−18attoa
1015petaP10−15femtof
1012teraT10−12picop
109gigaG10−9nanon
106megaM10−6microμ
103kilok10−3millim
102hectoh10−2centic
101decada10−1decid


 -marthayunanda-
Konstanta dan Konversi Satuan dalam Fisika

Konstanta dan Konversi Satuan dalam Fisika

Berikut ini adalah  Beberapa konstanta dalam fisika yang sering dipakai.. Beberapa Konstanta dinamakan sesuai nama penemunya. 

Konstanta Fisika

kecepatan cahaya hampa udara (c)2,99792458 x 108 ms−1
permeabilitas ruang hampa (μo)4π x 10−7=12,566370614...x 10−7Hm−1
permitivitas ruang hampa (εo)1/(μoc2) = 8,854187817...x 10−12 Fm−1
konstanta gravitasi (G)6,67259 x 10−11 m3 kg−1 s−2
konstanta Planck (h)6,6260755 x 10−34 Js
konstanta Avogadro (NA)6,0221367 x 1023 mol−1
konstanta Boltzmann (k)1,380658 x 10−23 JK−1
konstanta Stefan−Boltzmann (σ)5,67051 x 10−8 Wm−2 K−4

Selain Konstanta juga ada Satuan yang sering dipakai dibeberapa negara atau beberapa area, Jika dikonversikan dalam bentuk Satuan Internasional Bagaimana? Ini lah jawabannya,

Konversi Satuan

1 angstrom = 100,0 x 10−12 m
1 are = 100,0 m2
1 astronomical unit = 149,5979 x 109 m
1 atmosphere = 101,3250 x 103 Pa
1 atomic mass unit = 1,660540 x 10−27 kg
1 bar = 100,0 x 103 Pa
1 barrel (UK) = 163,6592 x 10−3 m3
1 barrel (US dry) = 115,6271 x 10−3 m3
1 barrel (US oil) = 158,9873 x 10−3 m3
1 barrel (US liquid) = 119,2405 x 10−3 m3
1 British thermal unit = 1,055056 x 103 J
1 calorie = 4,1868 J
1 curie = 37,0 x 109 Bq
1 degree (angle) = 17,45329 x 10−3 rad
1 dyne = 10,0 x 10−6 N
1 electron volt = 160,2177 x 10−21 J
1 erg = 100,0 x 10−9 J
1 faraday = 96,4853 x 103 C
1 fermi = 1,0 x 10−15 m
1 foot = 304,8 x 10−3 m
1 furlong = 201,168 m
1 gallon (UK) = 4,54609 x 10−3 m3
1 gallon (US liquid) = 3,785412 x 10−3 m3
1 gauss = 100,0 x 10−6 T
1 gram = 1,0 x 10−3 kg
1 gray = 1,0 Jkg−1
1 hectare = 10,0 x 103 m2
1 horsepower (electric) = 746 W
1 horsepower (UK) = 745,6999 W
1 hour = 3,6 x 103 s
1 hour (siderial) = 3,590170 x 103 s
1 inch = 25,4 x 10−3 m
1 kilocalorie = 4,1868 x 103 J
1 kilowatt hour = 3,6 x 106 J
1 knot (international) = 514,4444 x 10−3 ms−1
1 light year = 9,46073 x 1015 m
1 litre = 1,0 x 10−3 m3
1 lumen (at 555 nm) = 1,470588 x 10−3 W
1 maxwell = 10,0 x 10−9 Wb
1 mile (international) = 1,609344 x 103 m
1 mile (nautical, int.) = 1,852 x 103 m
1 mile (nautical, UK) = 1,853184 x 103 m
1 millibar = 100,0 Pa
1 parsec = 30,85678 x 1015 m
1 pound (avoirdupois) = 453,5924 x 10−3 kg
1 psi = 6,894757 x 103 Pa
1 rad = 10,0 x 10−3 Gy
1 rutherford = 1,0 x 106 Bq
1 rydberg = 2,179874 x 10−18 J
1 slug = 14,59390 kg
1 statampere = 333,5641 x 10−12 A
1 statcoulomb = 333,5641 x 10−12 C
1 statfarad = 1,112650 x 10−12 F
1 stathenry = 898,7552 x 109 H
1 statohm = 898,7552 x 109 Ω
1 statvolt = 299,7925 V
1 torr = 133,3224 Pa
1 yard = 914,4 x 10−3 m

Sumber : The Cambridge Handbook of Physics Formulas
Semoga bermanfaat ya buat kamu
-marthayunanda-
Rumus Gelombang Berjalan dan Gelombang Stasioner

Rumus Gelombang Berjalan dan Gelombang Stasioner

Materi ini adalah materi kelas 11 tingkat SMA yang diajarkan biasanya pada semester genap. Berikut rumus yang paling sering kamu butuhkan nantinya.
Persamaan Umum Gelombang


Keterangan:
A = amplitudo
k = bilanagan gelombang (tetapan gelombang)
ω = kecepatan sudut

Perjanjian Tanda Persamaan Umum Gelombang



Rumus Dasar Gelombang





Menentukan Frekuensi, Periode dan Panjang Gelombang



Persamaan Gelombang Stasioner Ujung Tetap/Terikat, Ujung Bebas



Letak Perut dan Simpul




Pembiasan Gelombang





Cepat Rambat Gelombang pada Tali



 
Semoga Bermanfaat -
*marthayunanda*
Urutan Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Urutan Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik adalah materi yang diajarkan untuk  Kelas 10 dan 12 tingkatan pendidikan SMA. Salah satu hal paling umum adalah urutan spektrum gelombang ini. Dan ini merupakan hal inti yang harus dikuasai karena merupakan salah satu soal ujian nasional

Urutan Spektrum Gelombang Elektromagnetik dari Frekuensi Besar ke Frekuensi Kecil / dari Panjang gelombang Kecil ke Panjang Gelombang Besar

  1. Sinar gamma( γ )
  2. Sinar Rontgen atau Sinar x
  3. Sinar ultraungu atau sinar ultraviolet
  4. Sinar tampak
  5. Sinar inframerah Atau IR
  6. Gelombang RADAR
  7. Gelombang TV
  8. Gelombang Radio


Urutan Frekuensi Cahaya Tampak dari Besar ke Kecil
  1. Cahaya ungu
  2. Cahaya nila
  3. Cahaya biru
  4. Cahaya hijau
  5. Cahaya kuning
  6. Cahaya jingga
  7. Cahaya merah

Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Urutan Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Rentang panjang gelombang dari masing-masing terlihat dari gambar di atas. Untuk rentang frekuensi beberapa gelombang yang terkenal adalah sebagai berikut:
  • Gelombang RADAR : sekitar 1010 Hz
  • Sinar infrared (IR) : 1011 - 1014 Hz
  • Sinar ultraviolet (UV) : 1015 - 1016 Hz
  • Sinar Rontgen (sinar X) : 1016 - 1020 Hz
  • Sinar gamma : 1020 - 1025 Hz

Berikut satu contoh soal UN yang menuntut hafalan rentang frekuensi ataupun rentang panjang gelombang elektromagnetik:

Gelombang elektromagnetik yang mempunyai daerah frekuensi (1016 – 1020) Hz dan digunakan untuk teknologi kedokteran adalah....
A. gelombang radio
B. sinar γ
C. sinar x
D. sinar ultraviolet
E. inframerah
(UN Fisika 2009 P04 No. 20 )
-marthayunanda-
Rumus Rumus Perbesaran Teropong

Rumus Rumus Perbesaran Teropong

Materi Teropong ini termasuk dalam bab Alat Optik yang diajarkan pada tingkatan SMP dan SMA kelas 12. Materi ini merupakan materi vital dan merupakan salah satu soal dalam ujian nasional.
Selanjutnya mengenai rumus-rumus perbesaran teropong dapat kamu lihat di bawah ini.
Rumus Teropong Bumi
Teropong bumi terdiri tiga buah lensa yaitu:
  1. lensa obyektif (positif)
  2. lensa pembalik (positif)
  3. lensa okuler (positif)


Perbesaran Sudut Teropong Bumi
Perbesaran mata berakomodasi maksimum


Perbesaran mata tidak berakomodasi



Panjang Teropong Bumi


Mata tidak berakomodasi


Rumus Teropong Galileo / Teropong Panggung
Teropong Galileo terdiri dua buah lensa:
lensa obyektif (positif)
lensa okuler (negatif)

Perbesaran mata tidak berakomodasi


Panjang Teropong Galileo


dengan fok bertanda NEGATIF.
-marthayunanda-
Rumus dan Ringkasan Teori Relativitas

Rumus dan Ringkasan Teori Relativitas

Materi Ini diajarkan pada kelas 12 tingkat satuan pendidikan SMA. Materi ini akan membahas tentang, Tetapan transformasi Lorentz, Relativitas Kecepatan, pemekaran waktu, Kontraksi Panjang, relativitas Luas,Volume, Massa, Momentum serta Energi.

Untuk melihat ringkasan rumus-rumus yang akan digunakan silahkan pada kotak berikut,



Untuk mendownload lembaran materi ini silahkan melalui link di bawah ini,

Download Rumus dan Ringkasan Teori Relativitas.pdf

Semoga berguna.

Listrik Statis Fisika Kelas 9

Listrik Statis merupakan bab yang diajarkan pada kelas 9 SMP. Hal yang harus dikuasai nantinya setelah mempelajari materi ini adalah Teori singkat, inti atom, interaksi bahan-bahan, dan muatan elektroskop.
Tanpa memperpanjang kata pengantar langsung saja kita pada materi pertamanya yaitu,

Inti atom

Partikel-partikel penyusun suatu atom:
Elektron → bermuatan negatif
Proton→ bermuatan positif
Neutron→ tidak bermuatan
Inti atom terdiri dari proton dan neutron, sementara elektron bergerak mengelilingi inti atom dalam lintasan tertentu.

Interaksi Muatan-Muatan

Muatan yang sejenis akan saling tolak (plus dengan plus, minus dengan minus)
Muatan yang berlawanan jenis akan saling tarik(plus dengan minus)

Besar gaya tarik atau gaya tolak tersebut bisa ditemukan dengan rumus berikut:

Dimana
F = gaya tarik menarik atau gaya tolak menolak dalam satuan newton (N)
q1 = besar muatan pertama dalam satuan coulomb (C)
q2 = besar muatan kedua dalam satuan coulomb (C)
k = konstanta gaya coulomb yang nilainya 9 x 109 dalam satuan yang standar
Catatan
  • 1μC = 10−6 C = 0,000001 C (sepersejuta)
  • Jika menjumpai muatan negatif, tidak perlu diikutkan tanda minusnya dalam perhitungan.
Contoh Soal:
Dua buah muatan masing-masing q1 = 6 μC dan q2 = 12 μC terpisah sejauh 30 cm. Tentukan besar gaya yang terjadi antara dua buah muatan tersebut, gunakan tetapan k = 9 x 109 dalam satuan standar!

Jawaban:
Data dari soal:
q1 = 6μC = 6 x 10−6 C
q2 = 12μC = 12 x 10−6 C
r = 30 cm = 0,3 m = 3 x 10−1 meter
F = ....?
Dari rumus gaya coulomb didapatkan

 

Muatan Bahan-Bahan

Sebaiknya dihafal saja, muatan-muatan dari interaksi berbagai kombinasi (gosok-menggosok) bahan berikut:
Bahan-bahanHasilProses
Kaca - Kain SuteraKaca (+), Sutera (−)Elektron dari kaca berpindah ke kain sutera
Mistar plastik - Kain woolMistar plastik (−), Kain wool (+)Elektron dari kain wool berpindah ke mistar plastik
Sisir - Rambut ManusiaSisir (−), Rambut Manusia (+)Elektron dari rambut manusia berpindah ke sisir
Penggaris/mistar plastik - Rambut manusiaPenggaris (−), Rambut Manusia (+)Elektron dari rambut manusia berpindah ke penggaris
Balon - Kain WoolBalon (−), Kain Wool (+)Elektron dari kain wool berpindah ke balon
Ebonit - Kain WoolEbonit (−), Kain Wool (+)Elektron dari kain wool berpindah ke ebonit

Kesimpulan dari tabel diatas (TERBATAS UNTUK BAHAN-BAHAN TERSEBUT saja) :
-Bahan yang digosok , (yang sebelah kiri) semuanya menjadi negatif , kecuali kaca.
Elektron dari kaca berpindah ke kain sutera bisa juga dibahasakan, kain sutera mendapatkan tambahan elektron dari kaca, elektron dari kain wool berpindah ke mistar plastik bisa juga di katakan, mistar plastik mendapatkan tambahan elektron dari kain wool dan seterusnya.
Yang belum tahu ebonit, sedikit informasi, ebonit itu sebangsa karet vulkanisir yang teksturnya keras. Dibuat dari karet yang dicampur dengan belerang atau sulfur, banyak dipakai diperalatan listrik sebagai isolator atau bahan penyekat.

Elektroskop

Berikut ilustrasi saat sebuah elektroskop netral di dekati oleh benda bermuatan negatif.



Ilustrasi saat sebuah elektroskop masih netral, intinya adalah jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif, baik di kepala (atas) maupun di daun kaki (bawah).

Sebuah benda bermuatan negatif kemudian didekatkan ke elektroskop.



Muatan negatif dari benda akan tolak menolak dengan muatan negatif dari kepala elektroskop, sehingga muatan negatif di kepala elektroskop kemudian menjauh jalan-jalan ke bawah /kaki.

Akibatnya, daun kaki yang tadinya netral, seimbang jumlah plus minusnya, sekarang menjadi menjadi lebih banyak muatan negatifnya, akhirnya kaki elektroskop akan terbuka akibat gaya tolak menolak muatan negatif di kaki kiri dan kanan elektroskop.



Nah itulah materi dasar yang harus kamu kuasai pada bab listrik statis ini. Buka kesulitan kan buat kamu, semoga kamu bisa menguasai bahan ini dengan baik dan terhindar dari remedial.
Keep Learning, Love Physics yeaaa.
***marthayunanda***
Referensi Fisika Study Center
Rumus dan Ringkasan Materi Fisika Inti dan Radioaktif

Rumus dan Ringkasan Materi Fisika Inti dan Radioaktif

Materi tentang fisika inti dan radioaktif ini akan membahas tentang notasi suatu atom, notasi partikel dan defek massa. Kemudian akan dilanjutka dengan energi ikat inti suatu atom. Materi ini juga akan mendalami tentang aktifitas radio aktif dan waktu peluruhan.

Waktu peluruhan yang lebih populer dengan topik paro waktu peluruhan, meskipun hal ini berbeda tapi kerap disamakan. Huku peluruhan yaitu membahas tentang kemampuan meluruh suatu unsur radioaktif sedangkan untuk waktu paro merupakan waktu yang dibutuhkan unsur radio aktif untuk meluruh.

Terakhir akan dibahas mengenai Pelemahan Intensitas radio aktif dan Dosis serapan. Untuk lebih lengkap mengenai ringkasan rumus ini bisa dilihat pada box dibawah ini,



Untuk mendownload ringkasan tersebut silahkan via link berikut,
Download Rumus dan Ringkasan Materi Fisika Inti dan Radio Aktif.pdf

Semoga Bermanfaat.
Ringkasan Materi dan Rumus Radiasi benda Hitam dan Dualisme Partikel

Ringkasan Materi dan Rumus Radiasi benda Hitam dan Dualisme Partikel

Materi radiasi benda hitam dan dualisme sifat gelombang ini akan membahas tentang hukum pergesaran Wien, Intensitas radiasi serta teori Max Planck. Kemudia akan dilanjutkan dengan pembahasan efek foto listrik, efek compton dan Teori De Broglie

Untuk lebih lengkap tentang ringkasan teori dan rumus materi ini silahkan lihat kotak berikut,



Untuk mendownload ringkasan materi tersebut silahkan via link berikut,

Download Ringkasan Materi dan Rumus Radiasi benda Hitam dan Dualisme Partikel.pdf

Semoga bermanfaat ya
Fisika kelas 10 : Daftar Dimensi Satuan Internasional

Fisika kelas 10 : Daftar Dimensi Satuan Internasional

Berikut adalah dimensi yang sering dipakai dalam pembelajaran kelas X SMA jurusan IPA 
A-D

physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
acceleration ( a )m s−2L T −2
action ( S )J sL 2 M T −1
angular momentum ( L, J )m2 kg s−1L 2 M T −1
angular speed ( ω )rad s −1T −1
area ( A, S )m22
Avogadro constant ( NA )mol −11
bending moment ( Gb )N mL 2 M T −2
Bohr magneton (μb )J T −1L2 I
Boltzmann constant ( k, kB )J K−1L2 M T −2 Θ −1
bulk modulus ( K )PaL−1 M T −2
capacitance ( C )FL−2 M−1 T 4 I 2
charge [electric] ( q )CT I
charge density ( ρ )C m−3L −3 T I
conductance ( G )SL −2 M−1 T 3 I2
conductivity ( σ )S M−1−3 M −1 T 3 I2
couple ( G, T )N mL 2 M T −2
current ( I, i )AI
current density ( J, j )A m−2−2 I
density ( ρ )kg m−3L −3 M

E-H.


physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
electric displacement ( )C m−2−2 T I
electric field strenght ( )V m−1L M T −3 I −1
electric polarisability (α )C m2 V −1−1 T −4 I 2
electric polarisation ( )C m −2−2 T I
electric potential difference (V )V2 M T −3 I−1
energy ( E, U )J2 M T −2
energy density ( u )J m −3−1 M T −2
entropy ( )J K−12 M T −2 Θ−1
Faraday constant ( )C mol −1T I
force ( )NL M T −2
frequency ( ν, f )−1−1
gravitational constant ( )−3 kg −1 s−2−3 M −1 T−2
Hall coefficient ( R)3 C −13 T −1 −1
Hamiltonian ( H )J2 M T −2
heat capacity ( C )J K−12 M T −2 Θ−1
Hubble constant ( H )−1−1

I-L.


physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
impedance ( )Ω2 M T −3 −1
impulse ( )N sL M T −1
inductance ( L )H2 M T −2 −2
irradiance ( Ee )W m −2M T −3
illuminance ( Ev )−2 Jlx
Lagrangian ( L )J2 M T −2
length ( L, l )mL
luminous intensity ( Iv )cdJ
M-N.


physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
magnetic field strength ( )A m−1−1 I
magnetic flux ( Φ )Wb2 M T −2 −1
magnetic flux density ()TM T −2 I −1
magnetic dipole moment ( m, μ )A m 2−2 I
magnetic vector potential ( A)Wb m −1L M T −2 −1
magnetisation ( M )A m−1−1 I
mass ( m, M )kgM
mobility ( μ )m 2 V −1 s−1−1 T 2 I
molar gas constant ( )J mol −1 K−12 M T −2 Θ−1
moment of inertia ( )kg m 22 M
momentum ( )kg m s −1L M T −1
number density ( )−3−3
 P-R.


physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
permeability ( μ)H m−1L M T −2 −2
permittivity ( ε )F m−1−3 M −1 T 2
Planck constant ( h )J s2 M T −1
power ( )W2 M T −3
poynting vector ( S )W m −2M T −3
pressure ( p, P )Pa−1 M T −2
radiant intensity ( Ie )W sr −12 M T −3
resistance ( )Ω2 M T −3 I −2
S-T.


physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
shear modulus ( μ, G )Pa−1 M T −2
specific heat capacity ( )J kg−1 K−12 T −2 Θ −1
speed (u, ν, c )m s −1 
L T −1 
Stefan-Boltzmann constant ( σ)W m −2 K−4M T −3 Θ −4
stress ( σ, τ )Pa−1 M T −2
surface tension ( σ, γ )N m −1M T −2
temperature ( T )KΘ
thermal conductivity ( λ )W m −1 K−1L M T −3 Θ−1
time ( )sT
V-Y.


physical quantity (symbol)

SI units

dimensions
velocity ( ν, u )m s −1 
L T −1 
viscosity [dynamic] ( η, μ )Pa s−1 M T −1
viscosity [kinematic] ( )2 s −1 
2 T −1 
volume ( V, ν )33
wavevector ( k )−1−1
weight ( W )NL M T −2
work ( W )J2 M T −2
Young modulus ( )Pa−1 M T −2
-marthayunanda-