Tampilkan postingan dengan label Kelas XII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas XII. Tampilkan semua postingan
Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang

Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang

a.        Penyesuaian persediaan dengan menggunakan pendekatan ikhtisar laba rugi
Pada akhir periode akuntansi, jumlah persediaan barang dagang awal disesuaikan menjadi persediaan barang  dagang akhir menggunakan akun ikhtisar laba rugi (termasuk akun nominal) sebagai perantara. Hali ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Memindahkan saldo akun persediaan barang dagang awal ke akun ikhtisar laba rugi.
Ikhtisar laba rugi                                Rp.xxx
  Persediaan barang dagang               Rp.xxx
2.      Memunculkan saldo akun persediaan barang akhir.
Persediaan barang dagang                  Rp.xxx
  Ikhtisar laba rugi                              Rp.xxx

Pendekatan Ikhtisar laba Rugi :
Sistim pencatatan persediaan barang dagang dimana jumlah persediaan barang dagang awal disesuaikan menjadi persediaan barang dagang akhir menggunkana aku ikhtisar laba rugi (termasuk akun normal) sebagai perantara.

b.       Penyesuaian persediaan menggunakan pendekatan harga pokok penjualan.
Perhitungan harga pokok penjualan (HPP) melibatkan akun-akun persediaan harga barang awal dan akhir, pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga serta potongan pembelian. Menurut pendekatan ini, seluruh akun tersebut dipindahkan ke akun harga pokok penjualan, sehingga kita dapat memperoleh saldo akun harga poko penjualan pada akhir periode.
        Persediaan barang dagang menggunakan pendekatan harga pokok penjualan disesuaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Persediaan barang dagang awal.
Harga pokok penjualan                                 Rp.xxx
  Persediaan barang dagang                           Rp.xxx
2.      Pembelian barang dagang
Harga pokok penjualan                                 Rp.xxx
  Pembelian                                                    Rp.xxx
3.      Retur pembelian dan pengurangan harga
Retur pembelian dan pengurangan harga       Rp.xxx
  Harga pokok penjualan                                Rp.xxx
4.      Beban angkut pembelian
Harga pokok penjualan                      Rp.xxx
  Beban angkut pembelian                  Rp.xxx
5.      Potongan pembelian
Potongan pembelian                           Rp.xxx
  Harga pokok penjualan`                   Rp.xxx
6.      Persediaan barang dagang akhir
Persediaan barang dagang                  Rp.xxx
  Harga pokok penjualan                    Rp.xxx
Pendekatan harga pokok penjualan
Sistem pencatatan persediaan barang dagang dimana akun-akun persediaan barang dagang awal dan akhir, pembelian ,retur pembelian dan pengurangan harga, serta potongan pembelian dipindahkan untuk menentukan harga pokok penjualan pada akhir periode.

c.        Ayat jurnal penyeseuaian perusahaan dagang

Selain akun persediaan barang dagang, ayat jurnal penyesuaian perusahaan dagang juga meliputi akun beban dibayar dimuka, pemakaian aktiva lancar, penyusutan aktiva tetap, dan beban yang masih harus dibayar.
-marthayunanda-
Materi Ekonomi SMA: Perekonomian Terbuka

Materi Ekonomi SMA: Perekonomian Terbuka

 Perdagangan Internasional
Adalah hubungan tukar menukar barang dan jasa yang dilakukan antar Negara dengan prinsip saling menguntungkan
    Penyebab Perdagangan Internasional
1.      Perbedaan Sumber Daya Alam
2.      Perbedaan Selera
3.      Penghematan Biaya Produksi / Efisiensi
4.      Percepatan Alih Teknologi

   Manfaat Perdagangan Internasional
1.      Sumber Devisa
2.      Perluasan Kesempatan Kerja
3.      Stabilitasi Harga
4.      Peningkatan Kualitas Konsumsi
5.      Percepatan Alih Teknologi
6.      Memperoleh Keuntungan Dan Spesialisasi

    Macam – Macam Perdagangan Internasional
1.      Perdagangan Bilateral
Adalah Perdagangan yang terjadi antara 2 negara
Contoh : Indonesia                     Amerika
2.      Perdagangan Regional
Perdagangan yang dilakukan oleh negara yang berada dalam suatu kawasan / wilayah
3.      Perdagangan antar regional
Perdagangan yang dilakukan antara wilayah dan wilayah lain
Contohnya : ASEAN                    MEE
4.      Perdagangan Multilateral
Perdagangan yang melibatkan banyak negara

    Teori – Teori Perdagangan Internasional
1.      Teori Keunggulan Mutlak ( Absolute Advantage )
Teori yang mengatakan bahwa dengan perdagangan bebas setiap Negara dapat berspesialisasi dalam produksi yang memiliki keinginan mutlak dan mengimpor komoditas yang mengalami kerugia mutlak. Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith pada tahun 1776 dalam bukunya The Wealth Of Nations
2.      Teori Keunggulan Komparatif ( Comparative Advantage )
Teori yang mengatakan walaupun suatu Negara tidak memiliki suatu keunggulan apapun dalam produksi perdagangan yang saling menguntungkan masih bisa terjadi jika negara tersebut berspesialisasi pada produk yang memiliki biaya opurtunitas paling rendah dibandingkan Negara lain. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo pada tahun 1817

    Dampak Perdagangan Internasional
1.      Terhadap Produktifitas
- Produksi Tinggi
- Biaya Produksi Rendah
- Kwalitas Barang Tinggi
2.      Terhadap Konsumsi
- Harga Bersaing
- Kwalitas Konsumsi Tinggi
- Banyak Pilihan
- Kuantitas Konsumsi Meningkat
    Kebijakan Perdagangan Internasional
1.      Bidang Impor
- Kuota
- Larangan Impor
- Tarif
- Subsidi ( Premi Impor )
2.      Bidang Ekspor
- Premi Ekspor ( Subsidi )
- Larangan Ekspor
- Dumping

- Politik Perdagangan Bebas


Materi Akuntasi Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Materi Akuntasi Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

1.      Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagangan
1.    Sistem Periodik / Physical Method
Adalah perhitungan persediaan barang dagangan dengan cara melihat langsung fisik barang dagangan pada saat pencatatan. 
-          Keuntungan menggunakan sistem periodik adalah  mengurangi pekerjaan yang khusus untuk mencatat perubahan persediaan.
-          Kelemahan menggunakan sistem periodik adalah :
1.        Tidak dapat mengetahui nilai persediaan barang dengan cepat.
2.        Tidak dapat mengontrol jika terjadi kehilangan persediaan.
Perlakuan terhadap perubahan persediaan barang dagangan khususnya dalam membeli  dan menjual
a.      Jika Membeli
-         Pembelian Tunai
Pembelian (D)
     Kas (K)
-         Pembelian Kredit
Pembelian (D)
     Utang Dagang (K)

b.      Jika Menjual
-         Penjualan Tunai
Kas (D)
     Penjualan (K)
-         Penjualan Kredit
Utang Dagang (D)
     Penjualan (K)
Metode ini cocok untuk perusahaan yang jenis dagangannya banyak dan harga satuan relatif murah.
2.      Sistim Perpetual / Perpetual Method
Adalah perhitungan dengan melakukan pencatatan yang tertib dan teratur setiap ada perubahan persediaan atau setiap terjadi pembelian dan penjualan
-          Keuntungan dengan menggunakan sistem Perpetual
1.      Dapat diketahui nilai persediaan dengan cepat
2.      Dapat diketahui besarnya jika terjadi kehilangan
-          Kelemahan menggunakan sistim perpetual
Memerlukan tambahan petugas, instrumen dan biaya
                     Perlakuan terhadap persediaan jika terjadi perubahan
a.    Jika Membeli
-          Pembelian Tunai
Persediaan Barang Dagangan (D)
                            Kas (K)
-          Pembelian Kredit
Persediaan Barang Dagangan (D)
                            Utang (K)
b.    Jika Menjual
-          Dianggap terjadi 2 transaksi
1.      Mengeluarkan dagangan sebesar harga pokok.
2.      Menerima hasil penjualan
-          Penjualan Tunai
Kas (D)
Harga Pokok Penjualan (D)
Persediaan Barang (K)
Penjualan (K)
-          Penjualan Kredit
Piutang (D)
Harga Pokok Penjualan (D)
Persediaan Barang (K)
Penjualan (K)
2.     Syarat Penyerahan Barang
Adalah perjanjian antara kedua belah pihak mengenai siapa yang akan menanggung biaya pengiriman barang dari gudang penjual sampai gudang pembeli.
Beberapa syarat penyerahan barang yang lazim terjadi dalam jual beli :
1.      Frangko Gudang Penjual
Artinya semua ongkos pengiriman barang menjadi tanggungan pihak pembeli atau dengan kata lain barang diserahkan  di gudang penjual.
2.         Frangko Gudang Pembeli
Artinya semua ongkos pengiriman barang menjadi tanggungan pihak penjual atau dengan kata lain barang di serahkan digudang pembeli .


3.         CIF / Cost, Insurance and Freight
Artinya pihak penjual menanggung biaya pengiriman barang premi asuransi kerugian atas barang tersebut.
4.          CIFIC/Cost , Insurance, and Freight Inclusive Cmunission
Artinya sama dengan CIF ditambah dengan tanggungan biaya komisi.

3.       Syarat Pembayaran
                 Syarat Pembayaran ialah perjanjian yang menetapkan cara / waktu / jangka pembayaran atas barang yang diperjualbelikan dan syarat potongan jika ada
     Syarat Pembayaran ada  2 :
1.         Tunai / Kontan
Adalah pembayaran yang dilakukan secara langsung / waktunya bersamaan dengan penyerahan barang.
2.         Kredit
Adalah pembayaran yang dilakukan dengan jangka waktu yang ditentukan.
Cara menyatakan syarat pembayaran dalam  faktur.
Contoh :
a.       n/60 : artinya pembayaran paling lambat 60 hari setelah tanggal transaksi.
b.      2/10, n/30 : artinya pembayaran paling lambat 30 hari setelah tanggal transaksi, apabila dilunasi dalam 10 hari setelah transaksi mendapat potongan 2%

c.       n/10, EOM : artinya pembayaran paling lambat 10 hari setelah akhir bulan pembelian
Soal Soal Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Soal Soal Jurnal Khusus Perusahaan Dagang

Soal
1.      Jelaskan pengertian perusahaan dagang
2.      Jelaskan 2 macam perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus
3.      Sebutkan 4 macam jurnal khusus
4.      Catatlah transaksi dibawah ini dalam jurnal khusus yang diperlukan.
2        diterima tagihan dari Ibrahim atas faktu no 01 sebesar
Rp 500.000,00
3        Dijual barang - barang dagangan dengan kredit Toko Ananta seharga Rp 2.000.000,00 ( faktur no 03)
4        Dijual tunai barang dagangan seharga Rp 1.000.000,00
5        Dibeli dengan kredit barang dagangan dari Toko MAJU, seharga Rp 7.500.000,00
6        Diterima dari Toko INDAH atas faktur kita tanggal 30 Juni
Rp 2.000.000,00 syarat pembayaran 2/10 n/30
9        Dibayar kepada Toko RAPI atas faktur no 04 sebesar
Rp 1.000.00,00
10    Dibeli dengan kredit barang dagangan dari toko SAIYO seharga Rp 3.000.000,00
12  Abdel menambah modal perusahaan berupa uang tunai
Rp 1.000.000,00
14  Dijual tunai barang dagangan Rp 1.100.000,00
15  Dibeli dengan kredit dari Toko Singgalang Investaris Toko
Rp 2.000.000
            Kunci Jawaban Essay
            1. Jurnal Khusus
                        Adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi – transaksi yang terjadi secara berulang-ulang
            2.Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus


Jurnal Umum
Jurnal Khusus
1. Bentuk
2. Pemindah bukuan

3. Pencatatan


4.Pelaku ( Pencatat )

5. Penggunaan
- Terdiri dari 2 lajur
- Setiap terjadi transaksi

- Semua transaksi harus dicatat dan secara kronologis
- Dilakukan oleh 1 orang

- Pada perusahaan jasa dan perusahaan kecil
- Terdiri dari banyak lajur
- Secara kolektif dan berkala
- Hanya mencatat transaksi yang sejenis

- Dilakukan oleh beberapa orang
- Pada perusahaan dagang dan perusahaan dagang


3. 4 Macam jurnal khusus
                        1. Jurnal Pembelian
                        2. jurnal Penerimaan Kas
                        3. Jurnal Penjualan
                        4. Jurnal Pengeluaran Kas
            4.  1. Jurnal Pembelian
Tgl
Nomor
Faktur
Akun Yang
dikredit
Ref
Debet
Kredit
Utang
Usaha
Pembelian
Serba – Serbi
Jumlah
Akun
Juli
5
-
Toko Maju

7.500.000


7.500.000

10
-
Toko Saiyo

3.000.00


3.000.000

15
-
Toko Singgalang

-
2.000.000
Inventaris
2.000.000
Jumlah
10.500.000
2.000.000
-
10.500.000

         4.2 Jurnal Penerimaan Kas
Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Kas
Potongan
Pembelian
Piutang
Penjualan
Serba- Serbi
Akun
Jumlah
Juli
2
Bpk Ibrahim

500.000,00
-
500.000,00
-
-
-

4
Penjualan Tunai

1.000.000,00
-
-
1.000.000,00
-
-

6
Toko Indah

1.960.000,00
40.000,00
2.000.000,00
-
-
-

12
Modal

1.000.000,00
-
-
-
Modal
1.000.000,00

14
Penjualan Tunai

1.100.000,00
-
-
1.100.000,00
-
-
Jumlah
5.560.000,00
40.000,00
2.500.000,00
2.100.00,000

1.000.000,00


            4.3 Jurnal Penjualan
Tgl
Nomor
Faktur
Akun Yang
Didebit
Ref
Piutang (D)
Penjualan ( K)
Juli
3
03
Toko Ananta

2.000.000,00
Jumlah
2.000.000,00

4.4 Jurnal Pengeluaran Kas

Tgl
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Utang
Pembelian
Serba-Serbi
Kas
Potongan
Pembelian
Jumlah
Akun
Juli
9
Toko Rapi

1.000.000,00
-
-
-
1.000.000,00
-
Jumlah
1.000.000,00
-
-
-
1.000.000,00
-